UPACARA MELASTI 1941 MASEHI, DI BANTARAN WAY SEKAMPUNG KABUPATEN PRINGSEWU

SUKOHARJO, (04/03/2019) – Bupati Pringsewu diwakili Staf Ahli bidang Sumber Daya Manusia dalam Upacara Melasti di belantaran sungai Way Sekampung pekon Panggungrejo kecamatan Sukoharko Pringsewu. Dalam acara tersebut ikut hadir Kadispora serta Kabid Pariwisata Pringsewu, PltKetua DPRD kabupaten Pringsewu Bapak Sagang Naingholan, anggota DPRD Bapak Mulana serta Bapak Anton Subagio camat Sukoharjo, uspika Sukoharjo, Pol pp, Ketua Parasade Provinsi dan Kabupaten.

Pelaksaan Upacara Melasti dilakukan tiga hari (tilem kesanga) sebelum Hari Raya Nyepi, Upacara Melasti bisa juga sebut upacara Melis atau Mekilis, dimana pada hari ini umat Hindu melakukan sembahyangan di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya kelaut,ini dilaksanakan sebelum merayakan Tapa Brata penyepian.

Makna dari upacara Melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda benda yang di anggap sakral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan permohon kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), lewat perantara air kehidupan (laut, danau, sungai ), dengan jalan dihayutkan agar segala kotoran tersebut hilang dan suci kembali. Upacara ini juga bertujuan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi.

Masyarakat berbondong – bondong menuju laut ataupun mata air untuk melaksanakan ritual pembersihan. Selain membawa membawa  prasaranan persembahyangan, masyarakat juga mengusung pretima (benda atau patung yang disakralkan) untuk dibersihkan secara sekala dan niskala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *